BANTUL & KULON PROGO – Keberhasilan pendidikan anak-anak dengan disabilitas tidak hanya bertumpu pada peran guru di sekolah, melainkan sangat bergantung pada pendampingan yang konsisten dari orang tua di rumah. Menyadari hal tersebut, tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menggelar program edukasi bertajuk “Penguatan Peran Orang Tua sebagai Pendamping Anak-anak Disabilitas”.
Program pengabdian ini dilaksanakan di dua lokasi strategis yang menjadi pusat pendidikan luar biasa di wilayah DIY. Pertama, kegiatan berlangsung di SLB Muhammadiyah Imogiri, Bantul pada 23 April 2026. Sesi ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 30 orang tua wali murid. Lokasi kedua adalah SLB Muhammadiyah Dekso di Kalibawang, Kulon Progo yang dilaksanakan pada 4 Mei 2026 dengan kehadiran 26 orang tua.

Tim pengabdian UAD yang turun langsung dalam kegiatan ini terdiri dari akademisi berpengalaman, yaitu dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.Ph., Prof. Dr. Dodi Hartanto, M.Pd., dan Dr. Vera Yuli Erviana, M.Pd. Gabungan keahlian dalam bidang kesehatan, psikologi, dan pendidikan luar biasa ini memberikan perspektif yang komprehensif bagi para orang tua.
Sebelum sesi edukasi dimulai, para orang tua diminta mengisi kuesioner untuk memetakan faktor pendukung dan penghambat dalam proses menyekolahkan anak-anak mereka. Sesi ini menjadi momen refleksi di mana para wali murid dapat mengungkapkan perjuangan harian mereka, mulai dari kendala teknis hingga beban emosional.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa orang tua tidak merasa sendirian dalam perjuangan ini. Kami ingin memberikan penguatan agar peran mereka bukan hanya sebagai pengasuh fisik, tetapi sebagai mitra utama dalam tumbuh kembang anak,” ujar salah satu anggota tim pengabdian dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh perwakilan dari Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) PWM DIY, Risma Wirabarata, S.Msc. Kolaborasi ini mempertegas komitmen Muhammadiyah dalam membangun masyarakat inklusif di mana hak-hak penyandang disabilitas mendapatkan perhatian serius dari berbagai level organisasi.
Melalui sesi tanya jawab yang hangat, para orang tua berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai berbagai masalah spesifik yang mereka hadapi. Suasana haru dan semangat saling menguatkan mewarnai jalannya acara, yang juga didukung penuh oleh para guru di SLB Muhammadiyah Imogiri dan Dekso.
Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, diharapkan para orang tua memiliki bekal pengetahuan praktis dan mental yang lebih kuat untuk mendampingi buah hati mereka menuju kemandirian.

